Jumat, 05 November 2010

JOSTEIN GAARDER, IDE DALAM SEBUAH FIKSI


Ditulis oleh Gary Ghaffuri alumni Sastra Inggris Unnes

Menyampaikan ide dalam bentuk karya tulis mungkin sudah biasa. Tetapi, menyampaikanya dalam bentuk fiksi dengan balutan cerita menarik butuh keahlian tersendiri. Cerita fiksi yang berisi kisah cinta, sosial, masyarakat atau kehidupan mungkin sudah biasa kita temui dalam sebuah novel, tetapi menterjemahkan sebuah ide, gagasan, sejarah teori filsafat maupun sains dengan bungkus cerita menarik tanpa meningalkan tujuan mengedukasi pembaca mengenai gagasan yang diusung merupakan keahlian istimewa yang bisa kita temukan dari buku tulisan Jostein Gaarder.

Gaarder adalah penulis kelahiran Oslo, Norwegia, yang menulis beberapa buku terkenal bertemakan filsafat, lingkungan dan gagasan gagasan populer dalam bentuk cerita fiksi. Bukunya yang paling terkenal, Sophie’s World (Dunia Sophie) membuka mata pembacanya bahwa filsafat bukan merupakan hal yang rumit, tetapi bisa dipahami dengan cara yang menyenangkan. Buku yang bercerita tentang Sophie Amundsen yang belajar filsafat melalui surat surat yang dikirimkan secara misterius oleh seorang filsuf. Gaarder menjelaskan dengan gamblang sejarah filsafat dari masa ke masa mulai dari era filsafat naturalis Yunani sampai era Existensialisme Sartre melalui cerita fiksi yang mengalir ringan disertai penjelasan yang dekat dengan kehidupan kita sehari hari. Seperti membaca buku Sejarah Filsafat Barat karya Betrand Russel dalam versi yang lebih santai.

Penulis yang lahir tanggal 8 Agustus 1952 ini juga menulis beberapa buku dengan tema gagasan yang berbeda. Salah satunya adalah Maya, dimana Gaarder mengajak pembaca untuk memahami filsafat penciptaan dunia melalui kisah romantik seorang ahli biologi evolusionis yang melakukan penelitian di Maravu, Kepulauan Fiji. Di novel in Gaarder juga mengangkat isu isu lingkungan di millenium ketiga. Di novel Bibbi Bokken’s Magic Library (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken) Garader berusaha menumbuhkan kecintaan anak anak terhadap buku dan dunia kepustakaan. Dengan mengandeng penulis cerita petualangan anak, Klaus Hagerup, suami dari Siri Dannevig ini membungkus gagasanya akan dunia buku dengan cerita petualangan detektif anak anak ala Enid Blyton.

Selain sebagai penulis Gaarder juga dikenal sebagai seorang aktifis lingkungan. Hal ini dikukuhkan dengan komitmennya mendanai sebuah ajang penghargaan bertitel Sophie Award untuk orang orang yang berjasa bagi lingkungan. Penghargaan yang diberikan secara berkala tiap tahunnya sejak 1997 ini memperebutkan hadiah senilai 100.000 Dollar Amerika. Selain lingkungan Gaarder juga pemerhati masalah politik internasional dan kemanusiaan, sejak dulu dia dikenal sebagai penentang keras pendudukan Israel atas Palestina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar